Copas
Isteri Bijaksana
Dalam sekawanan isteri, Maya dan suaminya diakui sebagai pasangansuami isteri yang saling mencintai dan paling mesra, meski pun anak lelaki mereka sudah hampir menikah, namun pasutri ini masih saling panggil “Darling! Honey!” setiap hari, setiap saat baik duduk mau pun berdiri, mereka selalu duduk berdempetan, jika tidak saling berpegangan tangan, tentu saling peluk bahu. Ketika Maya akan naik atau turun dari mobil, suaminya pasti akan membukakan pintu, ketika Maya akan duduk, suaminya akan menarikkan kursi, Maya dilayani layaknya seorang putri raja saja.
Dalam suatu kesempatan ketika sekawanan isteri ini sedang minum teh di sore hari, ada seorang isteri yangmengeluhkan kalau suaminya sangatrewel dan sulit dilayani, sebab setiap hari sehabis suaminya pulang kerja, dia harus mengantarkan sandal pada suami dan menghidangkan teh panas, makan malam harus dihidangkan tiga macam sayur dan satu macam sup. Seketika adaisteri lainnya yang berkomentar: “Engkau sudah melayaninya sedemikian rupa, mengapa suamimu masih suka mengabaikanmu, malamnya kalau tidak duduk didepan pesawat TV atau bekerja di depan laptop, pasti membaca koran.”
Semua orang sibuk membahasnya sampai waktu yang cukup lama, tiba-tibaada seseorang yang bertanya kepada Maya yang terus tersenyum di samping, bagaimana caranya menaklukkan suami?
Maya lalu menjawab dengan nada suaranya yang sudah terbiasa lambat dan lembut: “Hal-hal yang kalian selalulakukan seperti mengantarkan sandal atau menghidangkan teh hangat, itu semua tidak pernah saya lakukan, makanan yang saya persiapkan juga tidak pernah sampai tiga macam sayur dan satu macam sup, bahkan hanya berupa nasi campur selalu, sebab pekerjaan saya sendiri sangat banyak. Namun suamiku tetap sangat sayang padaku, saya pikir mungkin kalian tidak pernah melakukan apa yang telah saya lakukan untuk suamiku, di mana saya sangat jarang sekali mengomel kepada suamiku, juga tidak pernah memperlihatkan raut muka kurang sedap dipandang kepadanya. Selama 23 tahun pernikahan kami, saya sangat memperhatikan penampilan saya di hadapan suamiku, apa yang dilihatnya pada diriku senantiasa merupakan sisi yang paling menarik dan paling menyenangkan. Sebetulnya, apa yang telah kalian lakukan untuk suami kalian, bukannya suami kalian tidak tahu berterima kasih, namun setelah kalian melakukannya, lalu di akhirnya muncul omelan dan keluhan, atau raut muka tidak sedap dipandang, maka segala jerih payah sebelumnya akan sirna terhapus, tahukah kalian bahwa hal yang paling dibenci oleh para suami adalah omelan dan raut muka tidak sedap dipandang dari kaum isteri, ketika mereka pulang ke rumah habis kerja, mereka ingin relaks dan istirahat, mereka butuh kalian memberikan sebuah suasana rumah yang damai, gembira dan hangat.”
Semua orang tersentak mendengarnya,ternyata pokok permasalahannya ada di sini. Tentu saja mereka ingin mendengar lebih banyak penjelasan darinya, memintanya agar mengajarkan beberapajurus rahasia dalam berkeluarga.
Maya mengatakan: “Saya punya sebuah cerita untuk kalian!”
“Pernah sekali suamiku menyampaikan kalau dirinya ingin mengundang 10 orang teman untuk makan di rumah. Karena saya pernah belajar masak untuk hidangan pesta, maka dia menanyakan apakah saya boleh menyediakannya? Saya langsung setuju. Pada hari Minggu, saya pun mengendarai mobil pergi ke pasar untuk membeli banyak bahan makanan untuk dimasak, hari Senin sayaterlebih dahulu mempersiapkan asinan kecap, hari Selasa mempersiapkan salad, apa yang perlu dibumbui terlebih dahulu dibumbui agar rasanya meresap ke dalam, juga membuat sepiring besar bakso. Pada hari Rabu, saya permisi dari tempat kerja selama satu hari, sejak pukul 5 pagi sudah bangun tidur untuk bekerja, selain memasak, juga membersihkan rumah dan menata meja makan, sampai jam 6 sore baru selesai semuanya, saya taruh bunga segar dan lilin di atas meja, semua perlengkapan makan dan minum tampak mengkilap, termasuk makanan penutup berupa buah-buahan, semuanya ada 12 macam menu makanan, saya dan suami juga berpakaian rapi dan cantik, kami duduk di sofa sambil menunggu tamu datang berkunjung.
Akan tetapi, ketika waktu yang dijanjikan telah tiba, tiada seorang pun tamu yang muncul, malam itu turun hujan deras, suamiku berkata mungkin hujan deras membuat jalanan macat.
Setelah menunggu lebih dari setengah jam dan belum ada seorang pun yang datang, suamiku akhirnya menelepon pada temannya untuk bertanya.
Setelah meletakkan gagang telepon, suamiku duduk lemas di sofa bagaikan balon kempis, dia berkata dengan nada suara lemah kepada saya: ‘Maya, saya minta maaf! Saya salah ingat waktu, ternyata janji makannya pada Rabu depan.’
Gedebuk! Dunia di depan saya bagaikan tiba-tiba meledak, hati saya bagaikan dijatuhi sepotong demi sepotong puing es, rasa dingin yang mendalam muncul di telapak kaki saya dan menyebar ke seluruh tubuh. Saya terpikir kalau kerja keras tanpa istirahat dan ketegangan saraf saya selama empat hari ini, ternyata menjadi sia-sia hanya dikarenakan sebuah kesalahan dan kelalaian seperti itu.
Saya ingin menangis meraung-raung, namun tiada air mata yang mengalir keluar, saya ingin marah besar, namun tidak mampu bersuara, seluruh rumah pun terbenam dalam kesunyian.
Tidak tahu berapa lama kemudian, dua orang anak kami pulang ke rumah, namun begitu melihat suasana rumah yang aneh, mereka segera menyelinap ke dalam kamarnya dan tidak berani keluar lagi.
Saya dan suami duduk diam di sofa bagaikan mumi, dia tahu telah mendapat masalah besar, jurus mulut manis dan gerak hormat yang biasa disampaikan, sama sekali tidak berani dilancarkan lagi.
Seiring berlalunya waktu, kerja otak saya secara bertahap pulih kembali.
Saya mulai berpikir bagaimana memperlakukan orang ini?
Melihat dirinya bagaikan seekor domba yang siap dipotong, jika saya mengumbar emosi kepadanya atau membalikkan meja, itu adalah hal yang layak, namun apakah itu ada gunanya bagi diriku, dia atau anak-anak?
Saya teringat akan orang yang dihukum mati dan mendapatkan amnesti, tentu perasaan bagaimana luput dari kematian pasti tidak akan terlupakan seumur hidup.
Benar sekali, saya memang sangat frustrasi, terpikir bahwa tiga hari kemudian, saya harus mengulangi semua kerja keras sebelumnya, seluruh tubuhku terasa merinding, tapi kesalahan telah terjadi dan kerusakan telah timbul, apakah yang masih bisa tertolong kalau saya mengumbar emosi?
Akan tetapi, saya bisa memanfaatkan kesempatan langka ini untuk menunjukkan toleransi dan kemampuan memaafkan dari saya, sehingga anak saya juga bisa mendapatkan sebuah pelajaran penting dari sini.
Saya membuat pilihan di dalam hati, saya terlebih dahulu tersenyum dan memuji diri sendiri, kemudian berdiri untuk menarik tangan suamiku, saya berkata kepadanya dengan suara gembira: ‘Honey, kita patut bersyukur kepada Tuhan karena telah memberikan kesempatan pada kita sekeluarga untuk menikmati sebuah pesta keluarga yang tenang, pergi undang anak-anak ke sini untuk makan! Saya panaskan hidangan sebentar.’
Saya tidak akan pernah melupakan cahaya yang berkelebat di mata suamiku, perasaan sangat berterima kasih yang tak terucapkan membuatnya memegang erat tanganku dan berkata: ‘Baiklah isteriku! Terima kasih! Terima kasih!’
Dua orang anak kami juga segera mengganti pakaian dengan pakaian resmi untuk makan malam, atmosfer di meja makan pada malam itu sungguh manis dan belum pernah terjadi sebelumnya, suamiku terus menuangkan minuman dan mengambilkan lauk untukku, memperlakukanku bagaikan pengantin baru saja, anak-anak kami juga sangat bersukacita bagaikan ikut resepsi pernikahan orangtua mereka saja.
Kemudian, suamiku menyampaikan bahwa hidangan untuk tamu di minggu depan tidak usah saya persiapkan lagi, dia akan mengundang para tamu untuk makan di restoran saja. Namun saya bersikeras kalau semuanya harus berjalan sesuai rencana awal, biar para tamu bisa menyantap masakan saya, meski pun saya harus sibuk sekali lagi, akan tetapi ketika kalian melihat bagaimana sikap suamiku dalam memperlakukan diriku, kalian tentu tahu kalau semua pengorbananku tidak sia-sia sama sekali.”
Begitu Maya habis bercerita, semua orang akhirnya mengerti mengapa suaminya sangat memanjakan Maya.
Dalam hati kita akan timbul sebuah perasaan yang mendalam: Ketika seseorang memang layak disalahkan, namun anda melepaskan hak untuk menyalahkannya, ketika anda bisa berhitungan kepadanya, tapi anda menghapuskan hutangnya, maka tiada cara yang melebihi cara ini untuk menunjukkan cinta anda kepadanya.
Kemesraaan antara pasangan suami isteri dalam kondisi biasa adalah hal yang sangat mudah dilakukan, tetapi pepatah mengatakan kondisi sulit yang menampakkan teman sejati, ketika pihak lawan membuat dirimu naik darah sampai geregetan, namun anda masih bisa memegang tangannya dan memanggilnya “Honey”, bahkan menghiburnya agar jangan bersedih, ini bukan suatu hal yang mampu dilakukan oleh seorang isteri yang biasa-biasa saja. Jadi kita harus mengangkat jempol untuknya.
Mencintai seseorang:
Harus memahami, juga harus menguraikan kegelisahannya; harus meminta maaf, juga harus berterima kasih padanya; Harus mengakui kesalahan, juga harus memperbaiki kesalahan; harus memberi perhatian penuh, juga harus memperlihatkan pengertian; Adalah menerima, bukannya menahan sabar; Adalah toleran, bukan membiarkan; Adalah mendukung, bukannya mengatur-atur; Adalah menghibur, bukannya menghakimi; Adalah berbagi perasaan, bukannya memberi tuduhan; Adalah sulit melupakan, bukannya lupa; Adalah saling berinteraksi, bukannya suka berpesan ini itu; Adalah mendoakan pihak lawan diam-diam, bukannya meminta banyak macam pada pihak lawan; Boleh romantis, tapi jangan memboroskan;Boleh selalu bergandengan tangan, tetapijangan suka-suka berpisahan.
Sabtu, 21 Maret 2015
Kamis, 12 Februari 2015
copas cerita zen BUTA
Copas Kisah Zen : Buta Huruf dan Kitab Suci
Apakah orang yang buta huruf dapat mengerti
Hakekat Kebenaran yang terkandung dalam Kitab
Suci?
Tentu saja.
Hakekat kebenaran untuk semua orang yang mau
mengerti dan memiliki batin yang bersih.
Tidak buta mata batinnya.
Seorang Maha Guru pendiri Zen pencerahan
langsung,
Hui Neng adalah buta huruf.
Namun begitu mendengar Hakekat Kebenaran
langsung dapat memahaminya.
Karena memiliki kecerdasan spiritual yang tinggi
dan batin yang masih cerah.
Jadi buta huruf bukanlah halangan untuk dapat
memahami kebenaran yang ada di dalam Kitab
Suci.
Dikisahkan:
Suatu hari seorang bikshuni datang bertanya
kepada Sang Guru tentang isi Sutra (Kitab Suci
Agama Buddha) yang sudah dipelajarinya
bertahun-tahun.
Tetapi masih banyak isinya yang belum dipahami.
“Guru, tolong jelaskan isi Sutra ini.”
Mendengar permintaan itu, Sang Guru berkata,
”Tolong bacakan isinya, agar saya dapat
menjelaskannya kemudian.”
Dengan sedikit terperanjat, bikshuni itu bertanya,
”Guru tak bisa membaca.
Lalu bagaimana dapat menjelaskannya?”
Sang Guru menjelaskan,
”Kebenaran itu tidak ada hubungannya dengan
kata-kata.
Kata-kata itu bukan kebenaran.
Kebenaran itu seperti bulan di langit dan kata-kata
adalah telunjuk.
Telunjuk bukanlah bulan.
Tetapi telunjuk untuk menunjukkan di mana bulan
berada.”
Dengan kata lain.
Semua kata-kata yang ada adalah menuntun kita
untuk memahami Hakekat Kebenaran.
Memahami kata-kata sebagai kebenaran tentu
akan membuat kita sulit untuk memahami
kebenaran yang sesungguhnya.
Contoh kebenaran sederhananya adalah:
Kalau lapar, makanlah!
Kalau haus minumlah!
Apakah di dalam kata-kata itu ada sesuatu yang
dapat mengenyangkan atau menghilangkan dahaga
kita?
Tidak ada bukan?
Tidak akan pernah terjadi kata-kata dapat
membuat kita kenyang.
Kebenarannya sesuatu yang mengenyangkan itu
adalah nasi, roti dan sejenisnya.
Begitu juga dengan sesuatu yang dapat
menghilangkan rasa haus itu adalah air.
Untuk memahami kebenaran tidak dibutakan pintar
membaca dan menulis
atau kepintaran yang tinggi.
Tetapi masih terbukanya mata batin dan memiliki
kesadaran .
Apakah orang yang buta huruf dapat mengerti
Hakekat Kebenaran yang terkandung dalam Kitab
Suci?
Tentu saja.
Hakekat kebenaran untuk semua orang yang mau
mengerti dan memiliki batin yang bersih.
Tidak buta mata batinnya.
Seorang Maha Guru pendiri Zen pencerahan
langsung,
Hui Neng adalah buta huruf.
Namun begitu mendengar Hakekat Kebenaran
langsung dapat memahaminya.
Karena memiliki kecerdasan spiritual yang tinggi
dan batin yang masih cerah.
Jadi buta huruf bukanlah halangan untuk dapat
memahami kebenaran yang ada di dalam Kitab
Suci.
Dikisahkan:
Suatu hari seorang bikshuni datang bertanya
kepada Sang Guru tentang isi Sutra (Kitab Suci
Agama Buddha) yang sudah dipelajarinya
bertahun-tahun.
Tetapi masih banyak isinya yang belum dipahami.
“Guru, tolong jelaskan isi Sutra ini.”
Mendengar permintaan itu, Sang Guru berkata,
”Tolong bacakan isinya, agar saya dapat
menjelaskannya kemudian.”
Dengan sedikit terperanjat, bikshuni itu bertanya,
”Guru tak bisa membaca.
Lalu bagaimana dapat menjelaskannya?”
Sang Guru menjelaskan,
”Kebenaran itu tidak ada hubungannya dengan
kata-kata.
Kata-kata itu bukan kebenaran.
Kebenaran itu seperti bulan di langit dan kata-kata
adalah telunjuk.
Telunjuk bukanlah bulan.
Tetapi telunjuk untuk menunjukkan di mana bulan
berada.”
Dengan kata lain.
Semua kata-kata yang ada adalah menuntun kita
untuk memahami Hakekat Kebenaran.
Memahami kata-kata sebagai kebenaran tentu
akan membuat kita sulit untuk memahami
kebenaran yang sesungguhnya.
Contoh kebenaran sederhananya adalah:
Kalau lapar, makanlah!
Kalau haus minumlah!
Apakah di dalam kata-kata itu ada sesuatu yang
dapat mengenyangkan atau menghilangkan dahaga
kita?
Tidak ada bukan?
Tidak akan pernah terjadi kata-kata dapat
membuat kita kenyang.
Kebenarannya sesuatu yang mengenyangkan itu
adalah nasi, roti dan sejenisnya.
Begitu juga dengan sesuatu yang dapat
menghilangkan rasa haus itu adalah air.
Untuk memahami kebenaran tidak dibutakan pintar
membaca dan menulis
atau kepintaran yang tinggi.
Tetapi masih terbukanya mata batin dan memiliki
kesadaran .
Sabtu, 07 Februari 2015
ICCU
ICCU, ruang dimana se seorang dirawat secara intensif dan sebuah pintu antara lewat atau sembuh.
ICCU dimana yang menunggu memiliki ruang hampa (tidak lagi memikirkan ) hal hal di luar ruangan. Smua fokus ke yg sakit.
mengesampingkan semua urusan.. Hanya demi kesembuhan semata,
Smua harapan n doa doa di lafalkan.
Umumnya pasien sendiri dalam keadaan koma dan tidak sadar,
Apakah malaikat el maut nya memberikan opsi pilihan,kartu 2 buah,
Boleh pilih mau diteruskan saja ikut beliau atau mau tetap tinggal masa kontrak nya diperpanjang dengan segala konsekuensi kepusingan semata.
Yang ditinggal tentu saja menangis
(Egois yaa,masih memikirkan diri nya sendiri,bgm harus hidup tanpa nya) bla bla bla masih ingin lebih lama ama si sakit karena kenangan dan lain sebagai nya.
Ruang ini begitu dingin dan membekukan semua kisah antara kehidupan n kematian.
Lorong ini menghantar ini lohh jalan nya mau ke mana????
Satu persatu teman meninggal kan diriku. Bahkan ku lihat bagaimana teman ku 7 bulan di ICCU berjuang,antara sadar dan koma, antara berharap di jemput sang khalik.
Tetapi sulit nya,yang dipermudah gampang sekali perginya.
Tidak lagi penting bagaimana kehidupan nya, tetapi cara mati seseorang gambaran betapa di dunia ini penderitaan begitu dasyat.
Jika di awali kelahiran dan di ujung nya kematian lalu apa istimewa nya hidup diantara penyakit,iri hati,kemarahan dan kesombongan?
Banyak orang mencari obat tidak ingin tua,tak mau sakit,bahkan gak sudi mati!
Hanya pada napas ku bergantung...
Hanya pada jiwa yg lelah ku tersadar,
Nikmat nya kebersamaaan,
Nikmatnya kesehatan...
Tak ada lagi yg harus di kuatirkan...
ICCU hanyalah sebuah pintu tranformasi... Proses ke awal,titik nadir
Selasa, 27 Januari 2015
bekal vs kuatir
Bila Perjalanan hidup akan membawa bekal,entah makanan,obat2x an , atau uang kontan... Smakin kita punya banyak rasa kuatir maka semakin banyak bekal yg kita bawa? Kita kuatir nanti kedinginan,maka jaket/sweater akan di tambah,atau selimut yg lebih tebal. Kita kuatir disana kurang asik maka mainan di tambah ke bekal perjalanan kita.
Pas ada wkt luang,cobalah membongkar smua barang kita? Apa yg terjadi...
Kita kadang melihat begitu byk barang tak terpakai... Mainan menjadi sampah,krn ternyata waktu kita di tempat wisata begitu sempit dan tak ada waktu buat memainkannya.
Baju baju kita banyak yg udah gak terpakai menjadi baju yg kesempitan atau kita sudah bosan memakai nya atau bahkan sudah pudar warna nya.
Nah begitu banyak sampah sampah di diri kita.
Begitu pun pikiran kita...
Berapa byk wkt kita buang buat memikirkan seseorg,kekuatiran masa dpn,bahkan mikirin 'sampah' yg menguras energi kita.
Ayo hilangkan rasa KUATIR///TAKUT///CEMAS///GALAU///SEDIH
Krn perasaan itu hanya mengumpulkan SAMPAH di kehidupan kita
Pas ada wkt luang,cobalah membongkar smua barang kita? Apa yg terjadi...
Kita kadang melihat begitu byk barang tak terpakai... Mainan menjadi sampah,krn ternyata waktu kita di tempat wisata begitu sempit dan tak ada waktu buat memainkannya.
Baju baju kita banyak yg udah gak terpakai menjadi baju yg kesempitan atau kita sudah bosan memakai nya atau bahkan sudah pudar warna nya.
Nah begitu banyak sampah sampah di diri kita.
Begitu pun pikiran kita...
Berapa byk wkt kita buang buat memikirkan seseorg,kekuatiran masa dpn,bahkan mikirin 'sampah' yg menguras energi kita.
Ayo hilangkan rasa KUATIR///TAKUT///CEMAS///GALAU///SEDIH
Krn perasaan itu hanya mengumpulkan SAMPAH di kehidupan kita
Sabtu, 24 Januari 2015
move on / move to the right path
Move on.... sering kita dengar buat org yg agi patah hati disuruh move on.... (Maksudnya disuruh begerak,pindah ke lain hati)
Nah yg mau ku tulis dan maksud move on disini krn ku mau bahas move on , pindah agama,aliran.
Suka suka aja deh mau pindah agama berapa kali dan boleh juga bolak balik,toh pikiran itu sering kaya ikan di darat mengelepar gk karuan.
Dan hak orang lain juga mau pindah keyakinan ,
Cuma aku tekan kan menurut pengamatan pribadi banyak alasan (yg gk msk akal) buat ganti agama :
Salah satu nya gini : aduh gak mau repot., aduh anak anak pindah agama,masa aku nanti mati gak ada yg sembahyangin?
Bahkan miris nya alasan pengen ikut trend,soalnya dilingkungan agamanya gak dperhatikan. kalau dsana lebih modern.
Fenomena ini aku lihat di pnghujung usia lanjut menjadi kutu loncat pindah agama dgn alasan klasik TAKUT.
Takut ini,takut itu.
Itu taut,ini takut.
Lupakah jika kita datang ke dunia ini sendirian.
Mati pun sendirian.
Bahkan jika di usia lanjut mau belajar agama baru pun blom sempat,sudah keburu wafat.
Lalu,ibarat KTP nya belom jadi.
Jika dilahirkan sampai tua namanya budi lalu pndah agama usia 80 ganti nama,seminggu kemudian meninggal dunia,malaikat nya pnggil nama sapa yaa kira kira?
Iniii anekdot jgn dibikin serius,jika memang mau ganti move on pindah agama sebaiknya alasan nya yg tepat. seperti move on sakit hati sama pacar di PHP(pemberi harapan palsu) . di duakan.
Bahkan di usir(jika pasangan sudah tidak menginginkan kita lgi)
Nah selamat berpikir yang jernih
Apapun agamanya aSal cocok,mengajarkan kebaikan dan jgn menjadi barang sia sia"+"+/
J
Rabu, 21 Januari 2015
awet vs pengawet
Sapa pun senang awet muda,awet kaya,awet sehat
Tapi mengapa perlu di awet kan dan apakah perlu d beri bahan pengawet?
Sesuatu yg baik emang lebih bagus diperpanjang...
Namun jika berbicara ttg makanan yg di awetkan dgn bahan berbahaya
Maka dosa hukum nya. itu seperti menyebarkan racun/virus brbahaya
Jadi buat aplikasi mudah di ingat : kebaikan harus di awetkan
KEJeLEKAN perlu di busuk kan.atau dmusnahkan.
Awet sama dengan tahan lama...
Mari kita pertahan kan perbuatan baik kita dan kurangi perbuatan kurang baik dan selalu jaga pikiran kita menjadi baik n tenang.
Mau kan awet /tahan/panjang usianya?
Di awetkan oleh BORAK
B berbuat baik
O olah raga
R rajin makaan sayur
A asah pikiran selalu positif
K kurangi kejahatan
Bila memang sudah kracunan / sakit akibat kena pnyakit
Maka jaga pola pikir,tubuh boleh sakit,tapi jiwa ini tetap sehat.
Setiap penyakit ada obat nya,bila mana tak ada obat,jgn pernah kuatir.
Sakit itu membuat kita dekat dengan KuasaNya
Bahkan sakit menjadikan kita tetap kuat menghadapinya.
JAGA LAH sehat mu.
Tapi mengapa perlu di awet kan dan apakah perlu d beri bahan pengawet?
Sesuatu yg baik emang lebih bagus diperpanjang...
Namun jika berbicara ttg makanan yg di awetkan dgn bahan berbahaya
Maka dosa hukum nya. itu seperti menyebarkan racun/virus brbahaya
Jadi buat aplikasi mudah di ingat : kebaikan harus di awetkan
KEJeLEKAN perlu di busuk kan.atau dmusnahkan.
Awet sama dengan tahan lama...
Mari kita pertahan kan perbuatan baik kita dan kurangi perbuatan kurang baik dan selalu jaga pikiran kita menjadi baik n tenang.
Mau kan awet /tahan/panjang usianya?
Di awetkan oleh BORAK
B berbuat baik
O olah raga
R rajin makaan sayur
A asah pikiran selalu positif
K kurangi kejahatan
Bila memang sudah kracunan / sakit akibat kena pnyakit
Maka jaga pola pikir,tubuh boleh sakit,tapi jiwa ini tetap sehat.
Setiap penyakit ada obat nya,bila mana tak ada obat,jgn pernah kuatir.
Sakit itu membuat kita dekat dengan KuasaNya
Bahkan sakit menjadikan kita tetap kuat menghadapinya.
JAGA LAH sehat mu.
waktu
Waktu bagi sebagian orang adalah penting,
Amat sangat beharga.... apabila dikejar waktu dan
Tak bisa membagi waktu,maka waktu amat di butuhkan.
Tetapi buat pengangguran dan tukang parkir waktu merayap bagaikan keong ,sangat terasa lambat.
bahwasanya setiap manusia di berikan JATAH waktunya dr Yang Maha Kuasa yg sama yaitu 24 jam sehari semalam. Tuhan bersikap terserah kpd mahluk ciptaannya, utk mengisi jatah waktu yang di berikan tsb. Waktunya mau di gunakan utk hal2 yg baik atau buruk, itu terserah kita yg akan pengisinya. Nanti bila sdh "waktunya", di Pengadilan akan di ketahui jawabannya soal waktu yg pernah kita pakai selama hidup di dunia ini.
Waktu di hargai atau tidak tergantung dari pemilik napas,berapa harus di habis kan buat mengisi waktu nya menjadi beharga.
Bagi pelari,waktu amat sangat penting buat menembus rekor lawan.
Cobalah kawan nikmati waktu mu dgn menyadari
Tiap hembusan asap rokok,tiap helaan napas,atau bahkan tiap tegukan kopi /minuman anda.
Rasakan kenikmatan waktu bgitu bersahabat buat orang yg memperhatikan setiap moment berlalu.
Selamat berlatih Sobat, be happy :)
Amat sangat beharga.... apabila dikejar waktu dan
Tak bisa membagi waktu,maka waktu amat di butuhkan.
Tetapi buat pengangguran dan tukang parkir waktu merayap bagaikan keong ,sangat terasa lambat.
bahwasanya setiap manusia di berikan JATAH waktunya dr Yang Maha Kuasa yg sama yaitu 24 jam sehari semalam. Tuhan bersikap terserah kpd mahluk ciptaannya, utk mengisi jatah waktu yang di berikan tsb. Waktunya mau di gunakan utk hal2 yg baik atau buruk, itu terserah kita yg akan pengisinya. Nanti bila sdh "waktunya", di Pengadilan akan di ketahui jawabannya soal waktu yg pernah kita pakai selama hidup di dunia ini.
Waktu di hargai atau tidak tergantung dari pemilik napas,berapa harus di habis kan buat mengisi waktu nya menjadi beharga.
Bagi pelari,waktu amat sangat penting buat menembus rekor lawan.
Cobalah kawan nikmati waktu mu dgn menyadari
Tiap hembusan asap rokok,tiap helaan napas,atau bahkan tiap tegukan kopi /minuman anda.
Rasakan kenikmatan waktu bgitu bersahabat buat orang yg memperhatikan setiap moment berlalu.
Selamat berlatih Sobat, be happy :)
Langganan:
Postingan (Atom)